JoomlaTemplates.me by Cheap Hosting
  • Alhamdulillah telah lahir bayi anoa ke-3 di Anoa Breeding Centre (ABC) Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado dari induk anoa betina Denok dan anoa jantan Rambo pada hari Rabu, 25 Juli 2018 pukul 21.04 WITA, berjenis kelamin betina, berat badan 6,7 kg dan panjang badan 55 cm.
  • Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado menyelenggarakan Peringatan Hari Bumi ke-48 tanggal 22 April 2018 dengan melakukan kegiatan bersama Aksi Konservasi Flora dan Fauna dengan PT. J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), BPDASHL Tondano dan masyarakat pada Jumat (20/04/18).
  • Bertempat di Hotel Fourpoint Manado telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado dengan PT. Meares Soputan Mining (MSM) dan PT. Tambang Tondano Nusajaya (TTN) yang merupakan anak perusahaan Archi Group Indonesia tentang Bantuan Peningkatan Fasilitas Anoa Breeding Centre (ABC) BP2LHK Manado
  • Adalah Julianus Kinho, S.Hut, M.Sc, seorang Peneliti Madya Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado yang namanya diabadikan menjadi sebuah nama spesies baru baru Cyrtandra (Gesneriaceae) mendapatkan penghargaan atas kontribusinya dalam penemuan 11 jenis baru Cyrtandra (Gesneriaceae).
  • Komitmen keberlanjutan kerjasama PT. Cargill Indonesia-Amurang di Anoa Breeding Centre BP2LHK Manado dalam rangka "Konservasi Keanekaragaman Jenis Flora dan Fauna Indonesia Khususnya Sulawesi Utara" serta "Pengembangan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Sebagai Media Tumbuh Jamur Tiram Putih"
  • Kerja Bakti Pegawai BP2LHK Manado dalam rangka persiapan peringatan Hari Bumi Sedunia 22 April 2018
  • BP2LHK Manado menjadi Juara Umum Perlombaan dalam Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-35 di Sulawesi Utara (16/3/2018)
  • Pelatihan Konservasi Anoa di Anoa Breeding Centre BP2LHK Manado dalam rangka integrasi peringatan World Wildlife Day (3 Maret), Hari Bakti Rimbawan (16 Maret) dan Hari Hutan Internasional (21 Maret)
  • Direksi/Managemen dan karyawan PT. Multi Bintang Indonesia Tbk melakukan kegiatan kunjungan bertajuk “Voluntering Day Save Anoa” dengan Aksi Peduli Lingkungan dan Konservasi di BP2LHK Manado, Rabu (28/02/2018)

Analisis Manfaat Clerodendrum minahassae Teijsm. Et Binn sebagai Produk Biologi untuk Penghidupan Masyarakat di Sulawesi Utara

Ditayangkan: Senin, 07 Januari 2019

Oleh:

Lis Nurrani, S.Hut, MS

Peneliti Muda BP2LHK Manado

Department of Sustainable Development

Yeungnam University

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai manfaat Leilem (Clerodendrum minahassae) yang merupakan tanaman endemik Sulawesi Utara dan potensinya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat disekitarnya.

Hasil studi ethnobotani menunjukkan bahwa Leilem memiliki ragam manfaat bagi masyarakat Sulut terutama suku Minahasa diantaranya adalah sebagai sayuran, bahan pelengkap/rempah-rempah kuliner khas Sulut dan bahan herbal untuk menyembuhkan beberapa penyakit yang terkait dengan gangguan saluran pencernaan serta sebagai pagar hidup karena bunganya yang indah dipajang menjadi ornamental tree.

Hal yang menarik dari penelitian ini adalah hampir seluruh masyarakat sepakat bahwa leilem bagus digunakan sebagai rempah campuran dalam masakan khas yang berbahan dasar daging. Dan berdasarkan hasil analisis kandungan nutrisinya, daun leilem tinggi akan kandungan vitamin C dan vitamin E hingga mencapai 389,23 mg/100 g dan 435,97 mg/g. Artinya selama ini masyarakat telah memiliki kearifan lokal tersendiri dalam memanfaatakan tumbuhan liar yang ada disekitarnya untuk keseimbangan imun tubuh pengkonsumsinya.

Saat ini penggunaan leilem sebagai bahan pelengkap masakan masih didominasi dalam campuran daging babi yang biasa disebut masakan “Ba Leilem” dan daging-daging liar hasil buruan. Oleh karenanya sebaiknya dilakukan kreasi masakan yang menggunakan daging alam agar kuliner leilem dapat dinikmati.

Identifikasi prefeensi masyarakat sangat diperlukan, sehingga kebutuhan akan daun leilem meningkat dan kedepannya berpotensi untuk dikembangkan dalam skala industry mengingat hasil anlisis antioksidan menunjukan bahwa daun leilem potensial sebagai moderate antioksidan alami.

Rekomendasi yang diajukan dari hasil studi ini adalah mengedukasi masyarakat terkait nilai manfaat dan nutrisi leilem serta mendorong pemerintah daerah setempat untuk menetapkan leilem sebagai salah satu bahan pangan lokal yang potensial.

 

Dilihat: 294