JoomlaTemplates.me by Cheap Hosting
  • Kunjungan Menteri LHK Ibu Siti Nurbaya ke ABC BP2LHK Manado : Kelahiran Anoa, Kemajuan Hasil Penelitian Proses Penangkaran Yang Dilakukan KLHK
  • Pembinaan Kabadan Litbang dan Inovasi di BP2LHK Manado: Litbang Harus Mampu Menawarkan Inovasi yang Cerdas
  • Pameran dan talkshow Anoa Breeding Centre Manado di IndoGreen Environment and Forestry Expo di Triple C Makassar 3-7 April 2019
  • Kelahiran Anoa Ketiga di ABC BP2LHK Manado adalah Keberhasilan Dunia Konservasi di Indonesia
  • “Deandra” Nama dari Menko Perekonomian Darmin Nasution untuk Anoa BP2LHK Manado pada Puncak Acara Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2018 di Sulawesi Utara
  • Tingkatkan Kemampuan Karyawan, PT. MSM-TTN Adakan Inhouse Training di BP2LHK Manado
  • Sampaikan Hasil Penelitian di Seminar Nasional, BP2LHK Manado dan SEAMEO BIOTROP Dukung Nawacita Sektor Kehutanan
  • “Anoa Goes to School” Kolaborasi untuk Sukseskan Pendidikan Konservasi Sejak Usia Dini @SMAN 2 Dumoga dan SMPN 5 Dumoga
  • Raih Binaan Pusat Unggulan IPTEK BP2LHK Manado Masuk Jajaran Elite Lembaga Litbang Indonesia
  • Kepedulian Konservasi Flora dan Fauna Endemik Wallacea Terus Mengalir dari Dalam dan Luar Negeri (wisatawan Inggris+Australia)
  • Dukung Pelestarian Anoa, J Resources Bolaang Mongondow berikan bantuan untuk ABC BP2LHK Manado
  • Klinik Anoa Breeding Centre BP2LHK Manado bukti komitmen PT. Cargill Indonesia peduli konservasi satwa endemik yang dilindungi
  • Peningkatan kapasitas ABC BP2LHK Manado melalui Training Workshop di Zoo Leipzig Jerman
  • Rocky Pejantan Muda Yang Siap Membantu Rambo Meningkatkan Populasi Anoa di Anoa Breeding Centre Manado

KLHK Apresiasi Pengungkapan Kasus Perdagangan Illegal Satwa Liar Dilindungi

Ditayangkan: Selasa, 02 April 2019
Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa, 2 April 2019. KLHK menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia, atas keberhasilan penangkapan dan pengungkapan jaringan perdagangan illegal satwa liar yang dilindungi Undang-Undang oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dan Polda Jawa Timur belakangan ini. Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno saat konferensi pers, di Jakarta (2/4).
 
Wiratno menjelaskan bahwa satwa liar komodo tidak hanya ditemukan di Taman Nasional (TN) Komodo, namun juga terdapat di daratan Flores. Adanya komodo selain di TN Komodo dapat menjadi lokasi wisata berbasis komodo di Flores. “Banyak orang yang tidak tahu bahwa Komodo juga terdapat di daratan Flores.”, jelas Wiratno.
 
Terkait dengan rincian Barang Bukti (BB) Komodo, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur (22/2/2019) menerima penitipan BB komodo dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur sejumlah 1 (satu) ekor. Esok harinya (23/2/20190), BBKSDA Jawa Timur kembali menerima titipan BB dari Bareskrim Mabes Polri sejumlah 1 (satu) ekor komodo. Kemudian, Tanggal 8 Maret 2019, Ditreskrimsus Polda Jatim kembali menitipkan satwa komodo sejumlah 4 (empat) ekor kepada Balai Besar KSDA Jawa Timur. Barang Bukti tersebut diatas total berjumlah 6 (enam) ekor komodo dan berasal dari 3 TKP.
Sumber: Humas KLHK
 
Dilihat: 6571