Pembentukan Forum Cempaka, BP2LHK Manado dan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara Selenggarakan Focus Group Discussion Secara Virtual

Kategori: Berita Utama Ditayangkan: Kamis, 25 Jun 2020 Ditulis oleh Administrator

BP2LHK MANADO (Manado, 26/6/2020) Cempaka wasian (Elmerrillia ovalis)adalah salah satu jenis pohon yang akrab dengan masyarakat Sulawesi Utara dan merupakan jenis lokal di Sulawesi Utara yang bernilai ekonomi tinggi. Pemanfaatan kayu wasian utamanya adalah sebagai bahan baku rumah panggung/kayu khas Minahasa, alat musik tradisional “kulintang” dan furniture. Tingginya Permintaan rumah panggung di pasar nasional maupun internasional yang tidak diimbangi dengan penanaman kayu cempaka menyebabkan pasokan bahan baku cempaka menurun. Oleh sebab itu Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado bekerjasama dengan International Tropical Timber Organization (ITTO) bersama-sama dengan Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara mendukung upaya pelestarian dan pengembangan cempaka di Sulawesi Utara, salah satunya dengan pembentukan forum cempaka.

Pembentukan forum cempaka diawali identifikasi beberapa pihak terkait, dan menindaklanjuti identifikasi tersebut  BP2LHK Manado bersama Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara menyelenggrakan Focus Group Discussion “Inisiasi Pembentukan Forum Cempaka Sulawesi Utara” pada Kamis (25/6/20) yang dihadiri oleh beberapa stakeholder terkait antara lain lembaga pemerintah baik pusat maupun daerah, akademisi, pelaku usaha bibit dan kayu cempaka, petani cempaka, dan LSM.

Sesi pertama FGD dimoderatori oleh Kepala BP2LHK Manado, Mochlis, S.Hut.T, MP dan dibuka oleh arahan dari Sekretaris Badan Litbang Inovasi (Ses BLI), Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si kemudian dilanjutkan Sambutan dari Wakil Bupati Minahasa Utara Ir, Jopi Lengkong, M.Si. serta Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara, Drs. Marhaen Tumiwa, M.Pd.

Dalam arahannya ketika membuka acara, Ses BLI, Dr. Ir. Sylvana Ratina, M.Si mengatakan bahwa inisasi pembentukan forum cempaka didasari oleh adanya beragam kepentingan baik minat maupun kapasitas dalam pengelolaan sumberdaya cempaka oleh stakeholder serta diperlukannya sebuah alat koordinasi dan komunikasi yang efektif. ”Dalam forum ini sangat diharapkan para pemangku kepentingan dapat bertemu untuk bertukar informasi, pengalaman dan gagasan dalam rangka mengidentifikasi kendala dalam pengembangan cempaka kemudian dapat menghasilkan tindakan manajemen yang tepat untuk mendukung pelestarian cempaka,” kata Sylvana.

Sylvana juga berharap Forum Cempaka yang terbentuk nanti dapat memposisikan diri sebagai partner/mitra produktif bagi pemerintah daerah yang berkontribusi untuk memberi saran dan masukan terhadap upaya pelestarian dan pengembangan cempaka di Sulawesi Utara.

Sementara itu Wakil Bupati Minahasa Utara Ir. Joppi Lengkong mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada BP2LHK Manado dan Dinas Kehutanan Provinsi Daerah Sulawesi Utara yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Joppi juga mengingatkan hal terpenting yang harus diperhatikan dalam mendukung program pelestarian cempaka adalah membangun minat masyarakat untuk menanam cempaka dan penetapan lokus sebagai area pengembangan cempaka yang didukung oleh penerbitan PERDA.

Senada dengan Ses BLI dan Wabup Minut, Kadishut Sulut juga menyampaikan bahwa sinergi antara petani cempaka, pengusaha kayu cempaka, akademisi, peneliti, dan pemerintah tentunya berdampak pada pengembangan kayu cempaka yang lebih optimal. “Forum cempaka dapat melakukan koordinasi secara periodik antara Dishut Sulut, ITTO, dan BP2LHK Manado agar forum dapat berjalan dan tidak terhenti usai pembentukan, terlebih lagi diharapkan kerjasama terus berlanjut hingga dapat mencapai misi yang kita dambakan,” tambah Marhaen.

Pembentukan forum Cempaka di Provinsi Sulawesi Utara sendiri merupakan salah satu target dari kegiatan kerjasama BP2LHK Manado dengan International Tropical Timber Organization (ITTO) melalui proyek ITTO PD 646/12 REV.3 (F) “Initiating the Conservation of Cempaka Tree Species (Elmerrillia sp.) through Plantation Development with the Local Community Participation in North Sulawesi, Indonesia” yang pelaksanaanya didukung oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara.

FGD yang dilaksanakan secara virtual ini berlangsung dalam 2 (dua) sesi. Setelah arahan dan pembukaan kemudian dilanjutkan dengan paparan oleh National Consultan ITTO, Tri Budi Miharjo, S.Hut, M.Si dan diskusi yang dipandu Sekretaris Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Rainer Dondokambey, S.Hut.  Tingginya antusiasme peserta FGD ini terlihat dari banyaknya pertanyaan dan saran yang disampaikan, serta masih banyaknya peserta yang mengikuti acara sampai akhir.  

FGD tahap pertama ini telah menghasilkan kesepakatan dimana seluruh stake holder terkait berkomitmen membentuk forum cempaka di Sulawesi Utara dalam rangka mendukung kelestarian dan pengembangan cempaka. Pada FGD selanjutnya akan dibahas  struktur organisasi forum cempaka dan program kegiatan yang akan dijalankan.***(Muhammad Farid).

Dokumentasi : Lulus Turbianti & Rina Mamonto

------------------------------------------------------------------------------------

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado

Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

 

Email :

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website :

www.manado.litbang.menlhk.go.id

www.balithut-manado.org

E-Jurnal :

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS

Dilihat: 235