AKSI KONSERVASI SUNGAI DI KOTA MANADO

Kategori: Berita Utama Ditayangkan: Selasa, 19 Oktober 2021 Ditulis oleh Julianus Kinho

Manado, 14 Oktober 2021

Sempadan sungai meliputi ruang di kiri dan kanan palung sungai di antara garis sempadan dan tepi palung sungai untuk sungai tidak bertanggul atau di antara garis sempadan dan tepi luar kaki tanggul untuk sungai bertanggul.

Penetapan garis sempadan sungai dimaksudkan sebagai upaya agar kegiatan perlindungan, penggunaan dan pengendalian atas sumber daya yang ada pada sungai dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuannya. Sempadan sungai bertujuan agar fungsi sungai tidak terganggu oleh aktivitas yang berkembang di sekitarnya, kegiatan pemanfaatan dan upaya peningkatan nilai manfaat sumber daya yang ada di sungai dapat memberikan hasil secara optimal sekaligus menjaga kelestarian fungsi sungai dan membatasi kemampuan daya rusak air sungai.

Berdasarkan Permen PUPR No 28 /PRT/M/2015 garis sempadan pada sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan paling sedikit berjarak 10 (sepuluh) meter dari tepi kiri dan kanan palung sungai sepanjang alur sungai untuk sungai dengan kedalaman kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) meter. Sungai dengan kedalaman lebih dari 3 (tiga) meter sampai dengan 20 (dua puluh) meter sempadan sungainya 15 (lima belas) meter dan untuk sungai dengan kedalaman lebih dari 20 (dua puluh) meter sempadan sungainya 30 (tiga puluh) meter.

Dalam rangka menjaga kelestarian sungai di Kota Manado, Yayasan Manguni 14 bekerjasama dengan Forum Cempaka Sulut dan Komunitas Peduli Sungai melakukan aksi “Konservasi Sungai” dengan melakukan penanaman bibit pohon cempaka dan tanaman buah-buahan di sempadan sungai serta penebaran benih ikan. Aksi Konservasi Sungai ini dilaksanakan pada hari Kamis, 14 Oktober 2021 di Sungai Kilu yang terletak di Kelurahan Paniki Satu, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Manado dr. Richard Sualang. Dalam sambutannya Sualang mengatakan untuk menjaga kelestarian sungai bisa dimulai dari hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan dan perhatikan lingkungan sekitar sungai.  

Pada kesempatan yang sama, pemerhati lingkungan yang juga ketua Yayasan Manguni 14, Boy R. A. Maleke menyebutkan bahwa kegiatan konservasi sungai ini dimaksudkan untuk menjaga kelestarian sungai di kota Manado, khususnya sungai Kilu. Pada kesempatan ini juga dilakukan pembagian sembako dari Korps Brimob Polda Sulut kepada Komunitas Peduli Sungai dan masyarakat sekitar.

Kegiatan ini didukung oleh BP2LHK Manado, BPDAS Tondano, Dinas Kehutanan Daerah Prov. Sulut, BKSDA Sulut, Balai Benih Ikan Air Tawar Tatelu, Brimob Polda Sulut, Dinas Pertanian Kota Manado, Pemerintah Kecamatan Mapanget, PU BWS S 1, dan masyarakat setempat.***JK

##SULUT HEBAT !!!##

##MANADO MAJU DAN SEJAHTERA##

Dilihat: 818