Wujudkan Kepedulian Lingkungan, BP2LHK Manado dan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Melonguane tanam 10.000 Pohon di Perbatasan

Kategori: Berita Utama Ditayangkan: Jumat, 18 Mei 2018 Ditulis oleh Administrator

BP2LHK Manado (Marampit, 15/05/2018) Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado bekerjasama dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Melonguane melakukan penanaman sekitar 10.000 pohon, di Marampit, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (15/5/2018).

Danlanal Melonguane Letkol Marinir Augustinus Purba, dalam sambutan yang dibacakan Danposmat Pelda TTU Yoyok menyampaikan bahwa kegiatan penanaman ini merupakan wujud kepedulian TNI AL terhadap lingkungan. ”Hutan dan Lingkungan hidup kita telah banyak mengalami kerusakan, Lahan di sekitar kita sering terlihat gersang dan banyak hutan yang rusak dan akibatnya pada musim hujan rentan sekali mengalami bencana banjir, erosi dan longsor tetapi ketika musim kemarau akan mengalami kekeringan,” kata Yoyok.

Sementara itu Peneliti BP2LHK Manado yang menginisiasi kegiatan penanaman 10.000 pohon ini, Ady Suryawan, S.Hut mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari kegiatan penelitian Teknologi Konservasi dan Rehabilitasi Sumber Daya Alam Pulau Perbatasan Bersama Masyarakat yang telah dilakukan BP2LHK Manado sejak tahun 2015. “Harapan kami dari kegiatan ini masyarakat bisa lebih peduli dan menjaga ekosistem hutan yang ada di Pulau Marampit yang merupakan salah satu daerah terluar di Indonesia,” kata Ady. Lebih lanjut Ady juga mengatakan bahwa selain di Pulau Marampit kegiatan penelitian Teknologi Konservasi dan Rehabilitasi Sumber Daya Alam Pulau Perbatasan Bersama Masyarakat juga dilakukan di Pulau Miangas.

Hadir dalam kegiatan penanaman 10.000 pohon antara lain Sekcam Marampit,  Kades Marampit, Tokoh Adat, Agama, Masyarakat dan Pemuda Desa Marampit, Guru-Guru SD, SMP dan SMA, Kapolsek Nanusa, Danramil  Nanusa, Pers Satgas Pamputer, serta perwakilan masyarakat di Pulau Marampit. Sedangkan bibit dari 10.000 pohon yang meliputi meliputi sengon, matoa, duku, gmelina, dan nantu berasal dari persemaian kima atas BPDASHL Tondano yang sebelumnya telah diangkut ke pulau Marampit dengan menggunakan kapal ferry dan memakan waktu 3 hari untuk sampai ke Pulau Marampit.***(Ady Suryawan).

 

Dokumentasi     :  Agus Purwanto & Isdomo Yuliantoro

Artikel terkait :

 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

                   
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------                             

  

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado

Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

 

Email :

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website :

www.manado.litbang.menlhk.go.id

www.balithut-manado.org

E-Jurnal :

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS

Dilihat: 495