4 Fokus Kegiatan Litbang BP2LHK Manado Tahun 2019

Kategori: Berita Utama Ditayangkan: Senin, 11 Maret 2019 Ditulis oleh Administrator

BP2LHK MANADO (Manado, Maret 2019)_Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado pada tahun 2019 berfokus pada 4 kegiatan penelitian dan pengembangan, yang terdiri dari 1 kegiatan penelitian Reklamasi Lahan Bekas Tambang Nikel Melalui Fitoremediasi dan Bioremediasi; dan 3 kegiatan pengembangan: Breeding centre of anoa; Pengembangan Demplot Kebun Benih dan Konservasi Eksitu Eboni (Diospyros spp.); serta Pilot Teknologi Inokulasi Gaharu pada Tegakan Gaharu Masyarakat di Sulawesi Utara dan Gorontalo.

Kegiatan penelitian Reklamasi Lahan Bekas Tambang Nikel Melalui Fitoremediasi dan Bioremediasi diharapkan dapat memberikan solusi terhadap perbaikan lingkungan khususnya di areal pasca tambang nikel. Selain itu penelitian ini juga diharapkan memiliki kontribusi terhadap ilmu pengetahuan terkait penggunaan jenis tanaman lokal dan mikroorganisme lokal (bakteri lokal) untuk mereduksi cemaran logam berat yang timbul sebagai dampak dari kegiatan pertambangan nikel yang diselenggarakan secara terbuka dengan cara okupasi lahan dan perubahan bentang lahan.

Breeding Centre of Anoa atau yang lebih dikenal sebagai Anoa Breeding Centre (ABC). ABC adalah ikon BP2LHK Manado yang kiprahnya sudah diakui oleh berbagai pihak. Dalam 3 (tiga) tahun terakhir ABC Manado telah berhasil membantu persalinan 3 anak anoa yang dihasilkan dari proses perkawinan alami yang metodenya juga dikembangkan dari kegiatan pengaturan reproduksi. Kegiatan di ABC Manado meliputi pengelolaan kandang, kesehatan satwa, pengaturan perkawinan, penanganan pra dan pasca kelahiran anak anoa, pengukuran morfologi anoa, pendidikan konservasi dan jejaring kerjasama.

Kegiatan pengembangan Demplot Kebun Benih dan Konservasi Eksitu Eboni (Diospyros spp.) memiliki sasaran berupa pembangunan demplot kebun benih, dimana sudah terdapat demplot penelitian seluas 2 Ha  di Hutan Penelitian Batu Angus dan 2 Ha di Kebun Raya Megawati, Minahasa Tenggara.

“Kemungkinan resiko yang mengancam pencapaian tujuan dan sasaran kegiatan pengembangan eboni ini adalah kekeringan dan kebakaran dimana tindakan antisipatif yang bisa dilakukan adalah membuat tempat penampungan air dan membuat sekar bakar serta pelibatan masyarakat sekitar dalam pelaksanaan kegiatan melalui pendekatan partisipatif,” ungkap ketua tim, Julianus Kinho, S.Hut, M.Sc, Peneliti Ahli Madya BP2LHK Manado.

Kegiatan pengembangan Pilot Teknologi Inokulasi Gaharu pada Tegakan Gaharu Masyarakat di Sulawesi Utara dan Gorontalo termasuk kegiatan yang potensial dan cukup bergengsi apabila dapat diaplikasikan dengan baik di masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi masyarakat untuk menandai gaharu yang ada di dalam pohon gaharu, sehingga meminimalisir penebangan pohon gaharu yang tidak mengandung resin gaharu.

“Kegiatan ini perlu memperdalam faktor resiko yang disebabkan oleh kendala dan perlu untuk disinkronkan dengan tujuannya karena penting untuk menentukan tujuan dengan memperhitungkan resiko yang akan timbul dengan kendalanya,” kata Dr. Ir. Martina Agustina Langi, M.Sc salah satu pembahas dari Universitas Sam Ratulangi Manado.

Dalam pelaksanaan kegiatan litbang, BP2LHK Manado senantiasa melibatkan kehadiran stakeholders dan pembahas karena lembaga litbang dituntut untuk dapat menghasilkan iptek dan produk iptek yang berkualitas dan mempunyai kemanfaatan tinggi dan dapat terdiseminasikan dengan baik kepada para penggunanya. “BP2LHK Manado selalu berupaya untuk menunjukkan eksistensinya dalam berkiprah khususnya melalui iptek untuk mendukung kemajuan sektor lingkungan hidup dan kehutanan di wilayah kerjanya yaitu Prov. Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara,” tutur Kepala BP2LHK Manado, Ir. Dodi Garnadi, M.Si pada diskusi yang dilaksanakan di ruang rapat BP2LHK Manado.

Diskusi ilmiah tersebut dihadiri oleh stakeholders terkait seperti dari Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara yaitu dari Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang ada di Provinsi Sulawesi Utara serta mitra kerjasama PT. Antam Tbk dan mitra lainnya. Bertindak sebagai pembahas, hadir pula Dr. Ir. Johny S. Tasirin, MScF dari Universitas Sam Ratulangi pada Prodi Kehutanan yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Kehutanan.**(CR7)

Dokumentasi               : Rinna Mamonto & Harwiyaddin Kama

 

 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

                         

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

 Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado

Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

 

Email :

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Website :

www.manado.litbang.menlhk.go.id

www.balithut-manado.org

E-Jurnal :

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS

Dilihat: 354