Analisis Manfaat Clerodendrum minahassae Teijsm. Et Binn sebagai Produk Biologi untuk Penghidupan Masyarakat di Sulawesi Utara

Oleh:

Lis Nurrani, S.Hut, MS

Peneliti Muda BP2LHK Manado

Department of Sustainable Development

Yeungnam University

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai manfaat Leilem (Clerodendrum minahassae) yang merupakan tanaman endemik Sulawesi Utara dan potensinya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat disekitarnya.

Hasil studi ethnobotani menunjukkan bahwa Leilem memiliki ragam manfaat bagi masyarakat Sulut terutama suku Minahasa diantaranya adalah sebagai sayuran, bahan pelengkap/rempah-rempah kuliner khas Sulut dan bahan herbal untuk menyembuhkan beberapa penyakit yang terkait dengan gangguan saluran pencernaan serta sebagai pagar hidup karena bunganya yang indah dipajang menjadi ornamental tree.

Hal yang menarik dari penelitian ini adalah hampir seluruh masyarakat sepakat bahwa leilem bagus digunakan sebagai rempah campuran dalam masakan khas yang berbahan dasar daging. Dan berdasarkan hasil analisis kandungan nutrisinya, daun leilem tinggi akan kandungan vitamin C dan vitamin E hingga mencapai 389,23 mg/100 g dan 435,97 mg/g. Artinya selama ini masyarakat telah memiliki kearifan lokal tersendiri dalam memanfaatakan tumbuhan liar yang ada disekitarnya untuk keseimbangan imun tubuh pengkonsumsinya.

Saat ini penggunaan leilem sebagai bahan pelengkap masakan masih didominasi dalam campuran daging babi yang biasa disebut masakan “Ba Leilem” dan daging-daging liar hasil buruan. Oleh karenanya sebaiknya dilakukan kreasi masakan yang menggunakan daging alam agar kuliner leilem dapat dinikmati.

Identifikasi prefeensi masyarakat sangat diperlukan, sehingga kebutuhan akan daun leilem meningkat dan kedepannya berpotensi untuk dikembangkan dalam skala industry mengingat hasil anlisis antioksidan menunjukan bahwa daun leilem potensial sebagai moderate antioksidan alami.

Rekomendasi yang diajukan dari hasil studi ini adalah mengedukasi masyarakat terkait nilai manfaat dan nutrisi leilem serta mendorong pemerintah daerah setempat untuk menetapkan leilem sebagai salah satu bahan pangan lokal yang potensial.

 

Dilihat: 291