Call For Paper

Banner

Employee of The Week

Banner

Form Kunjungan

Banner

Link

Banner
Banner
Banner

North Sulawesi Forestry

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Information & Complaint

Banner
Geltek Jamur Malendeng
Monday, 29 June 2015 09:15

Geltek Jamur Malendeng

BPK Manado (Manado, 29/06/2015) Dalam rangka pencapaian Quick Win oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Manado telah berhasil mendayagunakan limbah (sampah) sabut kelapa yang disampaikan kepada masyarakat melalui kegiatan Gelar Teknologi “Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Sebagai Media Budidaya Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Gelar teknologi ini dilaksanakan bersama masyarakat Kelurahan Malendeng, Kecamatan Paal 2, Kota Manado, Sabtu 27/06/2015 di ruang serbaguna Politeknik Kesehatan Manado.

Bapak Erismam Panjaitan, Lurah Malendeng, menyampaikan antusiasme masyarakatnya mengenai pemanfaatan imbah sabut kelapa menjadi media budidaya jamur. Beliau akan membentuk kelompok masyarakat jamur per lingkungan.

Masyarakat Kelurahan Malendeng mengikuti acara gelar teknologi

 

“Kami yang hadir disini ada perwakilan dari 8 lingkungan, masing-masing lingkungan akan membentuk kelompok petani jamur dari media limbah sabut kelapa ini’, ungkap beliau. Untuk itu pelatihan budidaya jamur dengan media sabut kelapa ini akan sangat membantu terciptanya kelompok masyarakat jamur Malendeng.

Kepala BPK Manado, Ir. Muh. Abidin, M.Si, dalam pembukaannya menyampaikan tujuan kegiatan ini untuk mengatasi permasalahan limbah yang banyak berserakan di bumi nyiur melambai ini. Pemanfaatan limbah sabut kelapa untuk budidaya jamur tiram mempunyai tujuan, yaitu:

1. Mengurangi limbah sabut kelapa di lingkungan

2. Memanfaatkan dan meningkatkan nilai guna sabut kelapa sebagai media tanam

3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

4. Memasyarakatkan jamur tiram putih sebagai alternatif bahan pangan nabati bernutrisi tinggi.

Pembukaan dan perkenalan oleh Kepala BPK Manado, Ir. Muh. Abidin, M.Si

“Pengembangan jamur tiram putih sangat mudah dan murah dalam pengelolaan, hasil panen cukup tinggi serta iklim disini sangat mendukung,” tambah Abidin.

Rangkaian acara gelar teknologi ini dikemas dalam penyampaian materi yang santai, berupa materi Limbah dan Pengelolaannya serta Peluang Pasar Jamur Tiram, Teknik Budidaya Jamur, Testimoni dari Masyarakat Jamur Perkamil kader binaan BPK Manado, dan praktek pembudidayaan.

Margaretta Christita, S.Hut, salah seorang peneliti BPK Manado, dalam gelar teknologi ini menyampaikan materi tentang teknik budidaya jamur. Tahapan budidaya jamur diantaranya, yaitu: Pembuatan baglog (media tanam), Inokulasi bibit, Inkubasi, Perawatan dalam kumbung, Pemanenan, dan Perawatan pasca panen.

Bahan yang digunakan sangat mudah didapat. Media tumbuh jamur terdiri dari sabut kelapa, dedak, dan kapur dengan perbandingan 100 : 20 : 1. Tambahkan air sampai 60% dari berat total lalu kukus selama 6-8 jam atau di autoclave selama 2 jam pada suhu 121oC /1atm.

“Hasil panen jamur tiram putih dapat dibuat olahan seperti tumis jamur, sup jamur, jamur crispy, sate jamur dan sebagainya,” ungkap Tita.