Call For Paper

Banner

Employee of The Week

Banner

Form Kunjungan

Banner

Link

Banner
Banner
Banner

North Sulawesi Forestry

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner

Information & Complaint

Banner
Gelar IPTEK BP2LHK Manado 2016
Wednesday, 24 August 2016 15:05

Transfer Hasil Litbang Melalui 3 Rangkaian Gelar IPTEK BP2LHK Manado

(Research and Development results transferring by Gelar IPTEK BP2LHK Manado)


BP2LHK MANADO (Manado, 24/8/2016)_Agenda Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado pada Agustus 2016 adalah melaksanakan Gelar IPTEK hasil-hasil penelitian dan pengembangan kepada masyarakat, penyuluh dan instansi terkait di 3 kabupaten, yaitu di Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Timur dan Minahasa Selatan.

Gelar IPTEK pertama di Kabupaten Bolaang Mongondow telah dilaksanakan tepatnya di Desa Mengkang (23/8) dengan menghadirkan 2 materi, yaitu: Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM)” dan “Mengenal Tumbuhan Obat Tradisional di Sulawesi Utara dan Potensi Pemanfaatannya”.

“Kami ingin berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi atas kegiatan yang kami lakukan. Desa Mengkang diharapkan bisa menjadi desa binaan yang dapat bersama-sama menjaga kawasan hutan dengan sebaik-baiknya sehingga desa sekitar mendapat manfaat timbal balik dari kawasan hutan,” tutur Ir. Muh. Abidin, M.Si, Kepala BP2LHK Manado, membuka acara.

Basyiruddin Sugeha, S.Hut, perwakilan BP4K Kabupaten Bolaang Mogondow yang turut hadir bersama penyuluh BP3K Kecamatan dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebuah anugerah penyuluh kehutanan di daerah dilibatkan dalam kegiatan Gelar IPTEK ini. Penyuluh merupakan salah satu perangkat untuk menyampaikan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk hasil-hasil penelitian dan pengembangan.

“Penyuluh dan petani/masyarakat adalah mitra bukan atasan bawahan dimana penyuluh dan masyarakat bisa belajar dan bekerja bersama-sama termasuk dalam konservasi hutan dan lahan,” ungkap Basyiruddin.

Marsidi Kadengkang sebagai Sangadi (Kepala Desa) Mengkang menyambut baik kegiatan Gelar IPTEK yang kedua kalinya dilakukan oleh BP2LHK Manado di Desa Mengkang. “BP2LHK Manado terutama peneliti-penelitinya sudah dianggap sebagai warga Desa Mengkang karena telah banyak berjasa dalam membawa Desa Mengkang menjadi lebih baik,” cetus Marsidi.

Marsidi Kadengkang yang tahun 2012 lalu meraih penghargaan sebagai Kader Konservasi Alam tingkat Provinsi Sulawesi Utara dari Kementerian Kehutanan yang diserahkan langsung oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, menyampaikan bahwa Desa Mengkang sudah terbentuk 2 Kelompok Tani Hutan sehingga kedepan bisa aktif bersama-sama dalam menjaga kawasan hutan.

Dalam pemaparan sesi pertama, Arif Irawan, S.Si, peneliti BP2LHK Manado menjelaskan bahwa materi yang berjudul “Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM)” merupakan sebuah pembelajaran dan hasil penelitian BP2LHK Manado selama 2 tahun di KPHP Model Poigar. “Semoga hasil tersebut dapat diterapkan di Desa Mengkang dengan modifikasi sesuai dengan karakteristik desa,” ungkap Arif.

Beberapa penyebab dasar terjadinya konflik tenurial di KPHP Model Poigar yaitu: kurangnya pemahaman pihak terkait tentang keberadaan KPHP Model Poigar, adanya dualisme kewenangan, minimnya kegiatan pemberdayaan masyarakat, dan penegakan hukum yang masih lemah.

Desa Mengkang merupakan salah satu desa penyangga yang memiliki peran penting bagi keberadaan Taman Nasional (TN) Bogani Nani Wartabone. Model pemberdayaan masyarakat dengan tetap memperhatikan fungsi kawasan Taman Nasional sebagai kawasan konservasi dapat dilakukan, salah satunya melalui Model Desa Konservasi (MDK).

Pemberdayaan masyarakat MDK merupakan upaya dalam meningkatkan akses timbal balik peran masyarakat dan fungsi kawasan.

MDK bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kawasan, meningkatkan kemandirian dalam pemanfaatan potensi yang dimiliki.

“Kegiatan MKD di Mengkang dapat dilaksanakan dengan cara menumbuhkan kepedulian terhadap kawasan melalui upaya pelestarian kawasan hutan serta pemanfaatan HHBK seperti pengembangan tanaman obat dan jasa lingkungan seperti pemanfaatan energi air dan wisata alam. Contohnya dengan adanya air terjun Mengkang, masyarakat sekitar dapat menjadi penjaga/guide, pengrajin/penjual souvenir dll,” tambah Taufik Hamzah sebagai perwakilan dari Balai TN Bogani Nani Wartabone.

Sesi kedua disajikan oleh Julianus Kinho, S.Hut, M.Sc, seorang Peneliti Madya di BP2LHK Manado, dengan judul materi “Mengenal Tumbuhan Obat Tradisional di Sulawesi Utara dan Potensi Pemanfaatannya”.

Dalam paparan awalnya Jack, sapaan akrab beliau, menyampaikan bahwa sebagai negara tropis, Indonesia sangat cocok dalam usaha pengembangan tumbuhan obat. Beberapa jenis tumbuhan yang berkhasiat obat dan banyak digunakan untuk perawatan natural, hanya bisa tumbuh di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia.

“Tumbuhan obat terdiri dari tumbuhan obat tradisonal, modern dan potensial,” tambah Jack.

Tumbuhan obat tradisonal adalah spesies tumbuhan yang diketahui atau dipercaya masyarakat mempunyai khasiat obat dan telah digunakan sebagai bahan baku obat tradisional.

Tumbuhan obat modern adalah spesies tumbuhan yang secara ilmiah telah dibuktikan mengandung bioaktif yang berkhasiat obat dan penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan secara medis.

Tumbuhan obat potensial adalah spesies tumbuhan yang diduga mengandung bahan bioaktif yang berkhasiat sebagai obat tetapi belum dibuktikan secara ilmiah.

Beberapa jenis dari tumbuhan obat berpotensi sebagai simplisia karena mengandung senyawa-senyawa aktif yang potensial dalam penyembuhan beberapa penyakit dan hal ini telah dipraktekan dan terbukti dapat menyembuhkan.

Hasil skrining dari 151 jenis tumbuhan obat tradisional di Sulawesi Utara diperoleh sebanyak 14 jenis merupakan tumbuhan obat yang dimanfaatkan secara tradisional dalam pengobatan kanker.

Dari 14 jenis tersebut, hanya sebanyak 12 jenis diketahui merupakan jenis tumbuhan obat yang berasal dari hutan. Jenis tersebut diantaranya:

1. Rotan tikus (Flagellaria indica L.)

2. Kayu ginto (Ligodyum sp.)

3. Ketapang (Terminalia cattapa)

4. Nanamuha (Bridelia monoica Blume)

5. Tebang (Drynaria spaciora)

6. Kayu lawang (Cinnamomum culilawan BL)

7. Lingkube (Dischidia imbricate)

8. Luhu (Crotalaria retusa)

9. Kuhung-kuhung (Crotalaria striata)

10. Yantan (Blumea chinensis)

11. Kayu Manumpang (Loranthus globusus)

12. Kayu Tanduk rusa

Hasil uji toksisitas terhadap tujuh jenis tumbuhan obat tradisional Sulawesi Utara diketahui bahwa 4 jenis bersifat toksik terhadap hewan uji Artemia salina Leach, yaitu Daun Lingkube (Dischidia imbricate), Daun Yantan (Blumea chinensis), Daun Kuhung-kuhung (Crotalaria striata), dan Kulit batang Kayu Lawang (Cinnamomum culilawan).

Dari ke empat jenis ekstrak, daun Yantan dan Kulit Batang Kayu Lawang merupakan jenis yang paling aktif dimana nilai LC50 rendah yaitu 276.06 ppm dan 305.06 ppm.

“Setelah hari ini kami akan mengadakan Gelar IPTEK di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (25/8) dan Minahasa Selatan (26/8). Kebaikan biasanya harus disampaikan berulang-ulang sehingga dapat bermanfaat dan memberikan hasil yang lebih baik. Semoga materi-materi yang disampaikan dapat bermanfaat bagi diri kita sehingga kita bisa menjaga diri kita, keluarga dan lingkungan sekitar,” tutur Abidin menutup acara Gelar IPTEK di Desa Mengkang.***(Rinto Hidayat)

Dokumentasi: Hendra Susanto Mokodompit (teknisi litkayasa BP2LHK Manado)

Artikel terkait:

Membangun Kemitraan Riset Menuju Pengelolaaan Hutan Lestari

Kerjasama Hutan Penelitian Bogani di Desa Mengkang

Sistem Implementasi Pengelolaan DAS Skala Mikro

Pola Pemanfaatan Lahan di Dalam Kawasan TN Aketajawe Lolobata dan TN Bogani Nani Wartabone

------------------------------------------------------------------------------------

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado

Jalan Raya Adipura, Kelurahan Kima Atas, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

Email :

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Website :

http://bpk-manado.litbang.dephut.go.id

http://balithut-manado.org

E-Jurnal :

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS

 

Share