Call For Paper

Baner

Bintang Minggu ini

Baner

Form Kunjungan

Baner

Link

Baner
Baner
Baner

UPT Kehutanan SULUT

Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner

Informasi & Pengaduan

Baner
Kerjasama Penelitian Pakoba BP2LHK Manado
Selasa, 14 Februari 2017 00:00

Pakoba, Tanaman Multi Manfaat Dari Sulawesi Utara

(Pakoba, Multipurpose Plant from North Sulawesi)

BP2LHK MANADO (Manado, 14/02/2017)_Syzygium luzonense (Merr.) Merr atau masyarakat lokal lebih mengenal dengan sebutan pakoba, adalah jenis endemik dari Sulawesi Utara yang penyebaran alaminya meliputi wilayah Minahasa Raya dan Bolaang Mongondow Raya. Masyarakat lokal banyak memanfaatkan tanaman ini untuk bahan pangan, pengobatan, dan bahan kayu pertukangan. Oleh sebab itu pakoba menjadi jenis tanaman yang mempunyai banyak manfaat (multi manfaat).

Hal ini diungkapkan oleh Hanif Nurul Hidayah, S.Hut, peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado yang juga merupakan ketua tim kegiatan penelitian Teknik Budidaya Tanaman Hutan Berpotensi Obat.

Tanaman yang merupakan salah satu anggota dari famili Myrtaceae atau jambu–jambuan ini banyak dijumpai dan terlindungi secara alamiah di kawasan konservasi seperti Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW), Cagar Alam Gunung Ambang, Cagar Alam Tangkoko Duasaudara dan Hutan Lindung Masarang.

Sebagai bahan pangan, buah pakoba yang memiliki banyak kandungan vitamin C ini sangat disukai oleh masyarakat Sulawesi Utara. Rasanya yang asam menjadikan buah pakoba ini menjadi bahan utama untuk diolah menjadi rujak, manisan, selai, dodol, ataupun sirup.

Buah pakoba menempel pada ranting atau batang pohon. Buah yang masih muda berwarna hijau, sedangkan buah yang sudah matang berwarna hijau pudar agak kekuningan dengan diameter buah 1 - 5 cm. Permukaan kulit buah licin, daging buah hijau muda. Dalam setiap buah pakoba memiliki biji tunggal. Kedudukan biji horizontal dengan panjang biji tergantung besaran buah, yaitu kisaran 0,8 – 1,5 cm.

“Berdasarkan analisis GCMS (analisis untuk mengetahui struktur kimia dari bahan / senyawa aktif yang terkandung), buah pakoba juga mengandung asam palmitat, asam oleat dan asam lenoleat yang sangat berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh manusia. Di alam, terdapat 4 jenis antioksidan yaitu vitamin C, flavonoid, polifenol dan vitamin E. Buah pakoba memiliki 2 dari 4 jenis antioksidan alami tersebut yaitu vitamin C dan flavonoid,” papar Hidayah.

“Hal ini merupakan indikator awal bahwa pakoba sangat potensial dimanfaatkan sebagai penangkal radikal bebas alami,” tambahnya.

Selain buahnya, masyarakat sekitar juga banyak memanfaatkan tanaman ini untuk pengobatan dengan cara yang masih sederhana. Bagian daun dan kulit kayu pakoba dipercaya masyarakat sekitar dapat mengobati diabetes dan kanker.

“Dari hasil analisis diketahui bahwa pada daun, buah, dan kulit kayu pakoba banyak mengandung senyawa bioaktif flavonoid, saponin, tanin dan steroid. Senyawa flavonoid dapat menurunkan kadar gula darah dan merupakan senyawa metabolit sekunder tumbuhan yang memiliki aktifitas sebagai antioksidan yang berkaitan dengan aktivitas anti diabetes dan anti kanker,” jelas Hidayah.

Dikenal sebagai salah satu jenis kayu pertukangan yang cukup keras dan kuat di kalangan masyarakat Minahasa, pakoba banyak digunakan untuk kusen, balok, tiang, dan bahan dasar pembuatan perahu. Namun banyaknya pemanfaatan kayu pakoba dengan mengambil langsung dari alam mengakibatkan perlahan pakoba mulai berkurang dan sangat sulit dijumpai. Sebagai bentuk perlindungan terhadap jenis ini Pemerintah Kota Tomohon telah menetapkan Pakoba sebagai pohon unggulan Kota Tomohon melalui Surat Keputusan Walikota Tomohon No. 152/2007 tanggal 11 Mei 2007.

“Dengan adanya SK Walikota diharapkan pakoba dapat terjaga kelestariannya dan masyarakat dapat memanfaatkan pakoba secara optimal sebagai bahan pangan, obat tradisional, maupun bahan kayu pertukangan tanpa harus merusak keberadaannya di alam,” tutup Hidayah.***(NS)

 

Dokumentasi: Hanif Nurul Hidayah, S.Hut dan Lis Nurrani, S.Hut

 

Sumber Artikel:

Teknologi Budidaya Pakoba Sebagai Tanaman Hutan Berpotensi Obat (Hanif Nurul Hidayah, 2016)

 

Artikel terkait :

Budidaya Pakoba sebagai Tanaman Hutan Berpotensi Obat

Dialog Tanaman Obat Kabadan Litbang, Kepala BPK Manado dengan TVRI Sulawesi Utara

 

------------------------------------------------------------------------------------

 

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado

Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

Email :

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Website :

http://manado.litbang.menlhk.go.id

http://balithut-manado.org

E-Jurnal :

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS

 

Share