Call For Paper

Baner

Bintang Minggu ini

Baner

Form Kunjungan

Baner

Link

Baner
Baner
Baner

UPT Kehutanan SULUT

Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner

Informasi & Pengaduan

Baner
Solusi Pengembangan Jamur Tiram dengan Limbah Sabut Kelapa
Rabu, 08 Maret 2017 03:51

Kerjasama Antar Stakeholder dan Pendampingan Intensif Sebagai Solusi Budidaya Jamur Tiram dengan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa

(Cooperation among stakeholders and intensive mentoring as Solution of Oyster Mushroom Cultivation with Coconut coir Waste Utilization)


BP2LHK MANADO (Manado, 08/02/2017)_Sulawesi Utara dikenal sebagai bumi nyiur melambai karena luasnya lahan penanaman kelapa. Selain itu Sulawesi Utara memiliki kelembaban yang cukup tinggi, kondisi ini mendukung budidaya jamur tiram putih. Besarnya hasil kelapa, menyisakan limbah bagi lingkungan, salah satunya adalah sabut kelapa, namun hingga saat ini pemanfaatan sabut kelapa belum optimal yaitu hanya digunakan sebagai bahan bakar saat pembuatan kopra. Melimpahnya produksi kelapa di Sulawesi Utara yang tidak diimbangi dengan pemanfaatan sabut kelapa juga akan menjadi masalah bagi lingkungan.

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado telah menginisiasi kegiatan pemanfaatan limbah kelapa menjadi media tumbuh jamur tiram putih. Menurut peneliti BP2LHK Manado, Margareta Christita, S.Hut tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengurangi limbah sabut kelapa di lingkungan.

“Selain untuk mengurangi limbah sabut kelapa kegiatan ini juga diharapkan bisa memberikan nilai guna sabut kelapa serta meningkatkan nutrisi dan ekonomi masyarakat,” demikian kata Christita.

Christita juga menjelaskan bahwa capaian yang telah dihasilkan pada kegiatan pengembangan limbah sabut kelapa sebagai media tumbuh jamur tiram putih adalah pembuatan bibit FI dengan media PDA (Potato Dextrose Agar) dan F2 dengan media jagung dengan hasil miselia jamur mampu memenuhi media jagung seberat 300gram rata-rata setelah 21 hari.

Hasil pembuatan model pada masyrakat di beberapa desa yang telah dilakukan sejak tahun 2015 Produktifitas jamur perminggu mencapai 6 hingga 9 kg, dengan catatan lima hari kerja dalam satu minggu,” ujar Christita.

Meski begitu lanjut Christita kegiatan pengembangan pemanfaatan limbah sabut kelapa sebagai media tumbuh jamur tiram putih sendiri bukanya tanpa kendala, akan tetapi mengalami beberapa kendala utama antara lain jamur tiram belum dikenal sebagai bahan makanan secara luas oleh sebagian masyarakat sulawesi utara, budaya masyarakat yang cenderung menginginkan pekerjaan yang sifatnya menguntungkan secara cepat dan instan, tidak adanya bantuan modal bagi kelompok tani, pangsa pasar jamur tiram putih di Sulawesi Utara belum banyak serta belum adanya keberlanjutan penyediaan bibit F2 lokal yang mencukupi.

Untuk mengatasi beberapa kendala tersebut diperlukan sosialisasi baik teknik bertanam jamur maupun jamur sebagai nutrisi selain itu untuk meningkatkan etos kerja dan konsistensi serta kompetensi kerja kelompok tani, diperlukan pendampingan secara lebih intensif dan kerjasama dengan stakeholder yang mampu mendukung secara finansial untuk keberlanjutan kegiatan bersama masyarakat tersebut,” lanjut Christita.

Selain itu kegiatan pengembangan yang dilakukan di laboratorium, perlu didukung oleh sarana dan dan sumberdaya manusia yang baik dan cukup untuk menghasilkan output bibit F1 dan F2 dengan kualitas baik serta sosialisasi dan pendampingan pengembangan limbah sabut kelapa sebagai media tumbuh jamur tiram putih di masyarakat kurang efektif jika tidak disertai dengan kerjasama dengan stakeholder yang mampu menjamin kelangsungan budidaya jamur untuk jangka waktu yang panjang. ***(Muhammad Farid)

 

Sumber : Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa Sebagai Media Tumbuh Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) (Margareta Christita dkk, 2016)

Dokumentasi: Margareta Christita

 

Artikel terkait :

Solusi Budidaya Jamur Tiram dengan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa

Budidaya Jamur Tiram di Ujung Pulau Sulawesi

BP2LHK Manado Bina Kelompok Tani Kembes 2 Mengubah Limbah Sabut Kelapa Menjadi Media Jamur

BPK Manado Rangkul Masyarakat Kima Atas Melalui Gelar Teknologi

Masyarakat Menjadi Prioritas Gelar Teknologi Jamur dan Kelapa BPK Manado

Geltek Jamur Malendeng

BPK Manado Kembangkan Budidaya Jamur Tiram Putih dengan Media Limbah Sabut Kelapa

 


------------------------------------------------------------------------------------

 

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado

Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

Email :

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Website :

www.manado.litbang.menlhk.go.id

www.balithut-manado.org

E-Jurnal :

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS

 

Share