Call For Paper

Baner

Bintang Minggu ini

Baner

Form Kunjungan

Baner

Link

Baner
Baner
Baner

UPT Kehutanan SULUT

Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner

Informasi & Pengaduan

Baner
Manfaatkan Sabut Kelapa, Komunitas Tani Organik Pulau Bangka Kembangkan Jamur Tiram bersama BP2LHK Manado dan Yayasan Suara Pulau
Senin, 27 Maret 2017 00:00

BP2LHK MANADO (Manado, 20/03/2017)_Melanjutkan kegiatan pengembangan pemanfaatan sabut kelapa sebagai media tumbuh jamur tiram, Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado menggandeng Yayasan Suara Pulau yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat dan kegiatan bertema lingkungan hidup di Pulau Bangka, Likupang Timur-Minahasa Utara.

“Melimpahnya sabut kelapa di Pulau Bangka, sekaligus sudah adanya komunitas yang biasa bertani organik membuat kami memberanikan diri untuk mencoba mengembangkan budidaya jamur Tiram Putih dengan media sabut kelapa,” papar Ulva Takke, koordinator Yayasan Suara Pulau.

Mengambil tempat di lahan bagian belakang Mimpi Indah Resort, pembuatan kumbung (rumah jamur) dilakukan secara bergotong royong. Kumbung pertama dibangun pada 15-16 Maret 2017 dengan luasan 2,5 X 3 meter. “Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pengenalan dan pelatihan pemanfaatan sabut kelapa sebagai media tumbuh jamur tiram yang pernah dilakukan di desa Lihunu pada november 2016 lalu, saat ini kami memasuki pada tahap pendampingan budidaya, Ady Suryawan, S.Hut, Peneliti BP2LHK Manado yang juga terlibat dalam kegiatan pengembangan ini menjelaskan.

“Pilihan mengembangkan jamur tiram putih di sini selain untuk mengisi kegiatan komunitas bertani yang sebagian besar anggotanya adalah wanita, juga merupakan usaha untuk mengembangkan sayuran alternatif karena selama ini sayuran yang ada di pulau lebih banyak didatangkan dari Likupang (Daratan Pulau Sulawesi-red)” tutur salah satu peserta pendampingan.

Kerjasama dengan komunitas masyarakat dan stakeholder merupakan salah satu solusi pemecahan masalah dalam kegiatan pengembangan pemanfaatan limbah sabut kelapa sebagai media tumbuh jamur tiram putih. “Faktor modal dan ketekunan merupakan salah satu kunci agar kegiatan ini dapat terus berlanjut sehingga kami mendorong usaha ini dengan cara membangun kerjasama dengan pihak-pihak yang dapat menjadi motor dalam kegiatan ini. Kami membuka peluang untuk dapat bekerjasama dengan kelompok masyarakat, ataupun LSM yang memiliki masyarakat binaan yang serius untuk mengembangkan kegiatan ini” ujar Margaretha Christita.

Kegiatan pendampingan, pembuatan kumbung dan pembuatan media serta pelatihan inokulasi dilakukan oleh tim dari BP2LHK Manado.***(Margaretha Christita).

 

Dokumentasi: Margaretha Christita, Ady Suryawan, S.Hut & Hendra S. Mokodompit

 

Artikel terkait :

Kerjasama Antar Stakeholder dan Pendampingan Intensif Sebagai Solusi Budidaya Jamur Tiram dengan Pemanfaatan Limbah Sabut Kelapa

Budidaya Jamur Tiram di Ujung Pulau Sulawesi

BP2LHK Manado Bina Kelompok Tani Kembes 2 Mengubah Limbah Sabut Kelapa Menjadi Media Jamur

BPK Manado Rangkul Masyarakat Kima Atas Melalui Gelar Teknologi

Masyarakat Menjadi Prioritas Gelar Teknologi Jamur dan Kelapa BPK Manado

BPK Manado Kembangkan Budidaya Jamur Tiram Putih dengan Media Limbah Sabut Kelapa

 

------------------------------------------------------------------------------------

------------------------------------------------------------------------------------

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado

Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

Email :

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Website :

www.manado.litbang.menlhk.go.id

www.balithut-manado.org

E-Jurnal :

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS

 

Share