Call For Paper

Baner

Bintang Minggu ini

Baner

Form Kunjungan

Baner

Link

Baner
Baner
Baner

UPT Kehutanan SULUT

Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner

Informasi & Pengaduan

Baner
Sosialisasi Pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Tujuan : Mendorong perolehan Hak Kekayaan Intelektual untuk melindungi hasil-hasil litbang dan inovasi BLI

Narasumber 1 : Dr. Sadjuga, M.Sc (Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan  Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi)

Materi 1 : Strategi Nasional Kekayaan Intelektual

Narasumber 2 : Dra. Sri Sulistiyani, M.Si (Pemeriksa Paten tentang biologi dan bioteknologi, Ditjen Kekayaan Intelektual, Kemenhumkam)

Materi 2 : Perlindungan Hukum Kekayaan Intelektual Dan Mekanisme Permohonannya

Berdasarkan catatan sampai dengan tahun 2016 Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sudah berumur 104 tahun (sejak 16 Mei 1913), baru memiliki 8 hak paten, 24 hak cipta. Tahun 2017 terdapat 2 hak paten di Puslitbang Hasil Hutan (P3HH) dan 9 hak cipta di Puslitbang Hutan dan Puslitbang Sosial Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI).

Di BLI banyak sekali hasil-hasil penelitian. Ada beberapa yang sudah didaftarkan menjadi HKI, tapi dibanding hasil-hasil litbang, itu belum seberapa. Kalau tidak cepat-cepat didaftarkan, takutnya diakui/diklaim oleh orang lain. Harapan Bu Sekbadan kita bisa lebih banyak lagi HKI. Hasil-hasil penelitian perlu didaftarkan menjadi HKI tidak semata-mata untuk mendapatkan royalti, melainkan untuk menjadi aset institusi.

Hak paten yang dimiliki Badan Litbang dan Inovasi, KLHK, diantaranya:

1. Perekat tanin untuk produk perkayuan;

2. Alat pendinginan asap dan proses untuk memproduksi cuka kayu dari pembuatan arang;

3. Pembuatan biodiesel dari minyak jarak pagar dengan proses esterifikasi dan transesterifikasi;

4. Alat ukur diameter pohon;

5. Produksi gaharu buatan;

6. Pompa penyemprot gendong untuk memadamkan api di lahan;

7. Alat pemadam kebakaran di bagian dalam lahan gambut; dan

8. Pembuatan biodiesel dari minyak kesambi dengan proses esterifikasi/transesterifikasi.

 

Catatan penting materi 1:

HKI sekaligus menjadi pertanggungjawaban hasil penelitian kepada pemerintah dan kepada publik. HKI ini bisa saja didonasikan atau tidak ditarik royaltinya agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis, tapi harus disosialisasikan terlebih dahulu.

Paten jumlah sedikit, memperolehnya sulit.

Yang perlu dilakukan:

1. Searching paten dulu sebelum meneliti,

2. Patenkan dulu sebelum publikasi,

3. Tema paten harus masuk dalam metodologi penelitian.

 

UU 13/2016 tentang Paten: Pendaftaran secara Elektronik, Transfer Teknologi, Imbalan bagi Inventor.

Highlight Substansi baru UU 13/2016 tentang Paten:

1. Inventor PNS sebagai Co-owner [Pasal 13 (1)]

2. Percepatan waktu pemeriksaan:

a). Paten, 30 bulan [Pasal 57]

b). Paten Sederhana 12 Bulan [Pasal 124 ayat (1)]

3. Gratis biaya pemeliharaan [Pasal 126 ayat (4)]:

a). Perguruan Tinggi, dan

b). Lembaga penelitian Pemerintah.

 

Peraturan Menteri Keuangan 72/2015: Imbalan bagi INVENTOR ASN,

Peraturan Menteri Keuangan 06/2016: Imbalan bagi PEMULIA TANAMAN ASN.

Peraturan Menteri Keuangan 106/2016: Satuan Biaya Keluaran Penelitian

Mempermudah Pertanggungjawaban Keuangan Riset.

 

Catatan penting materi 2:

REGIM KI DIBAWAH KEMENKUMHAM: Merek, Hak Cipta, Desain Industri, Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang.

UU No.13 Th.2016, Pasal 1 ayat 1: Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

UU No.13 Th.2016, Pasal 1 Ayat 2: Invensi adalah ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses.

CARA PENGAJUAN PATEN:

1. Paten diberikan atas dasar permohonan yang diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia kepada DITJEN KI

2. Permohonan paten dapat diajukan oleh:

a). Pemohon :

- Datang sendiri ke DITJEN HKI atau

- Melalui Kanwil Hukum dan HAM di seluruh Indonesia

- Online

b). Kuasa (Konsultan HKI).

Permohonan harus memuat:

1. Tanggal, bulan dan tahun permohonan

2. Alamat lengkap dan alamat jelas pemohon

3. Nama lengkap dan kewarganegaraan inventor

4. Nama dan alamat lengkap kuasa (jika melalui kuasa)

5. Surat khusus kuasa (jika melalui kuasa)

6. Pernyataan pemohon untuk dapat diberi paten

7. Judul invensi

8. Deskripsi tentang invensi

9. Klaim yang terkandung dalam invensi

10. Abstrak invensi

11. Gambar yang disebutkan dalam deskripsi.

 

JANGKA WAKTU PERLINDUNGAN PATEN:

1. 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak tanggal penerimaan dan tidak dapat diperpanjang

2. Paten sederhana 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal penerimaan dan tidak dapat diperpanjang.

Sumber foto    : www.forda-mof.org

Artikel terkait :

Strategi Nasional Kekayaan Intelektual 1 (oleh Kemenristekdikti)

Strategi Nasional Kekayaan Intelektual 2 (oleh Kemenristekdikti)

Strategi Nasional Kekayaan Intelektual 3 (oleh Kemenristekdikti)

Strategi Nasional Kekayaan Intelektual 4 (oleh Kemenristekdikti)

Perlindungan Hukum Kekayaan Intelektual Dan Mekanisme Permohonannya (oleh Kemenkumham)

Sharing Contoh Paten: Perekat Tanin Untuk Produk Perkayuan (oleh P3HH)

Reportase BLI: Bagi Instansi Pemerintah, HKI Penting untuk Melindungi Kekayaan Intelektual, Lebih dari Sekedar Dapat Royalti

 

------------------------------------------------------------------------------------

------------------------------------------------------------------------------------

 

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado

Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

Email :

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Website :

www.manado.litbang.menlhk.go.id

www.balithut-manado.org

E-Jurnal :

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS

 

 


 

Share