Call For Paper

Baner

Bintang Minggu ini

Baner

Form Kunjungan

Baner

Link

Baner
Baner
Baner

UPT Kehutanan SULUT

Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner

Informasi & Pengaduan

Baner
Tingkatkan Pengembangan Hasil Litbang Melalui Skema Kerjasama dengan Masyarakat

BP2LHK MANADO (Manado, 1/10/2017)_Gaharu merupakan salah satu produk unggulan hasil hutan bukan kayu bernilai ekonomi tinggi. Gaharu adalah sebagai sebuah produk berbentuk gumpalan padat berwarna coklat kehitaman sampai hitam dan berbau harum yang terdapat pada bagian kayu atau akar pohon inang yang telah mengalami proses perubahan fisika dan kimia akibat terinfeksi jamur.

Pada tahun 2017 Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Manado melalui kegiatan pengembangan “Pilot teknologi inokulasi gaharu pada tegakan gaharu masyarakat di Sulawesi Utara dan Gorontalo” mulai mengembangan teknologi inokulasi gaharu pada lahan yang dimiliki masyarakat dengan skema kerjasama.

Pada tahap awal kegiatan inokulasi gaharu dilaksanakan pada tegakan gaharu masyarakat jenis Grynops resbergii yang terletak di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Modayag, Kab. Bolaang Mongondow Timur. dengan mitra kerjasama Bapak Gunawan Kastoredjo sebagai pemilik lahan, Nota Kesepahaman antara BP2LHK Manado meliputi pemanfaatan lahan untuk kegiatan Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu yang salah satu diantaranya adalah gaharu.

Penanggung jawab kegiatan pengembangan yang juga peneliti BP2LHK Manado, Jarfred Halawane, S.Hut, M.Sc mengatakan bahwa luas areal tegakan gaharu yang dijadikan tempat kegiatan pengembangan adalah seluas 0,7 Ha dengan jumlah tanaman penghasil gaharu ± 250 batang.  Namun demikian menurut Jafred tanaman yang dijadikan sampel kegiatan pengembangan hanya berjumlah 27 pohon. “Tanaman yang akan kita jadikan sampel hanya 27 tanaman karena sebagian tenaman telah dilakukan inokulasi sehingga tanaman yang dipilih sebagai sampel adalah tanaman yang belum dilakukan inikulasi”, ujar Jafred.

Lebih lanjut Jafred juga menambahkan bahwa kegiatan inokulasi yang dilakukan menggunakan tiga metode inokulasi, diantaranya metode suntik (injeksi), metode infus, dan metode Simpori (Sistem Paku Berpori. Disamping itu dilakukan pengukuran suhu dan kelembaban Lingkungan, koordinat lokasi dan intensitas cahaya sebagai data pendukung dalam pelaksanaan kegiatan. “Gaharu hasil dari tiga metode inokulasi ini nantinya akan kita evaluasi setiap enam bulan ke depan”, tambah Jafred.

BP2LHK Manado sendiri sebelumnya telah melakukan skema kerjasama serupa dengan masyarakat yaitu untuk Pembuatan Plot untuk Pengembangan Penanaman Murbei Unggul dan Hibrid Baru Ulat Sutera dengan Bapak Medy Kalalo dari kelompok tani desa Rurukan, Tomohon. Diharapkan skema kerjasama dengan masyarakat akan memberikan hasil yang positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat..***( Muhammad Farid)

Dokumentasi : Jafred Halawane & Hendra S. Mokodompit.

Artikel terkait :

Pendidikan, Interaksi dan Ekonomi adalah Faktor Penentu Perilaku Masyarakat dalam Mengelola Kawasan Hutan

Transfer Hasil Litbang Melalui 3 Rangkaian Gelar IPTEK BP2LHK Manado

 

Kemitraan Kehutanan : Sebuah Rekomendasi Pengurai Konflik di KPHP Model Poigar

------------------------------------------------------------------------------------

------------------------------------------------------------------------------------

 

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Manado

Jl. Raya Adipura Kel. Kima Atas, Kec. Mapanget, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Indonesia)

Email :

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Website :

www.manado.litbang.menlhk.go.id

www.balithut-manado.org

E-Jurnal :

http://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/JWAS

 

 


 

Share