Call For Paper

Baner

Bintang Minggu ini

Baner

Form Kunjungan

Baner

Link

Baner
Baner
Baner

UPT Kehutanan SULUT

Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner

Informasi & Pengaduan

Baner
POPULASI SATWA ENDEMIK TALAUD “BURUNG SAMPIRI” KIAN HARI KIAN MENGHAWATIRKAN

Oleh : Diah Irawati Dwi Arini, S.Hut, M.Sc

Burung Sampiri atau Nuri Talaud memiliki nama ilmiah Eos histrio merupakan salah satu anggota dari burung paruh bengkok atau Psittacidae. Sampiri adalah spesies dari genus Eos yang terdistribusi paling barat di wilayah Indonesia, spesies dari genus Eos lainnya yaitu Nuri tanimbar (Eos reticulata) endemik Pulau Kai (NTT), Nuri kalung ungu (Eos squamata) tersebar di Maluku Utara, Nuri maluku (Eos bornea) endemik Maluku (Selatan), Nuri  telinga ungu (Eos semilarvata) merupakan spesies endemik Pulau Seram, dan Nuri sayap hitam (Eos cyanogenia) yang tersebar di Pesisir Pulau Biak dan pulau-pulau di Teluk Cendrawasih Papua.

Sampiri didominasi oleh bulu berwarna merah dan biru, paruhnya berwarna kuning. Warna biru pada bagian dada dan sayap yang memanjang sampai sekitar mata serta melebar sampai bagian belakang kepala adalah ciri khas utama yang membedakan Eos histrio dengan Genus Eos lainnya Berdasarkan perbedaan taksonomi dan distribusi habitatnya para ahli ornithologi membedakan E. histrio menjadi tiga anak jenis yaitu E.h. histrio  yang tersebar di Kepulauan Sangihe, E.h. talautensis tersebar di Kepulauan Talaud dan E.h challengeri tersebar di Pulau Miangas dan Kepulauan Nanusa. Yang menjadi daya tarik dari keberadaan spesies Eos histrio yaitu hanya ditemukan di pulau-pulau kecil di sebelah Utara Sulawesi sedangkan di daratan utama (main island) sendiri spesies ini belum pernah tercatat ditemukan hidup di hutan-hutan Sulawesi.

Sekitar tahun 1995, E.h. histrio dilaporkan bertahan hidup di Pulau Sangihe dalam populasi kecil.  Seiring dengan berkurangnya luas hutan serta tingginya perdagangan ileggal populasi ini telah dinyatakan punah, pada tahun 1996 IUCN Species Survival Commission melakukan penilaian terhadap status Sampiri di Kepulauan Sangihe dan Talaud. Hasilnya diketahui bahwa dari tiga anak jenis Sampiri hanya satu anak jenis yang masih tersisa hingga sampai saat ini yaitu E.h. talautensis yang bertahan di Pulau Karakelang di Talaud. Populasi Sampiri pada tahun 1995 diperkirakan berjumlah antara 9.400 – 24.160 ekor, populasi tahun 2006 berdasarkan survey Burung Indonesia diperkirakan jumlahnya  sekitar 2600 ekor, tahun 2014 survey populasi oleh tim peneliti BP2LHK Manado menunjukkan jumlah populasinya sekitar 2.229 ekor.

Sampiri senang hidup berkelompok. Jumlah individu di setiap koloni bisa mencapai 100-300 individu. Para pengamat burung dahulu menggambarkan berubahnya pohon menjadi berwarna merah karena banyaknya burung Sampiri yang hinggap, namun saat ini jumlah populasinya diketahui sangat sedikit bahkan nyaris punah. Sampiri masuk dalam daftar burung yang dilindung di Indonesia melalui Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Badan Konservasi Dunia IUCN (2013) menyatakan status Sampiri sebagai Spesies terancam punah (EN/Endangered). Dalam ketentuan internasional perdagangan satwa Sampiri masuk dalam daftar Appendix 1 CITES yang artinya spesies ini tidak boleh diperdagangakan baik dalam kondisi mati maupun hidup.

Keberadaan populasi burung Sampiri di Pulau Karakelang perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. Perlindungan habitat dan pelestarian populasi Sampiri adalah cara yang dapat dilakukan agar populasi Sampiri yang dapat bertahan dan berkembang biak. Habitat menghubungkan kehadiran spesies, populasi atau individu (satwa maupun tumbuhan) dengan kawasan fisik dan karakteristik biologi sebagai sumberdaya. Ketersediaan sumberdaya memberikan dampak pada kemampuan organisme untuk bertahan hidup. Sumberdaya yang memiliki nilai penting bagi Sampiri diantaranya pohon pakan (feeding tree), pohon sarang (nesting tree) dan pohon tidur (roosting Tree). Kesadaran masyarakat lokal dalam menjaga keberadaan Sampiri tetap di habitat alaminya juga menjadi kunci bagi lestarinya populasi Sampiri.

 

Share