Call For Paper

Baner

Bintang Minggu ini

Baner

Form Kunjungan

Baner

Link

Baner
Baner
Baner

UPT Kehutanan SULUT

Baner
Baner
Baner
Baner
Baner
Baner

Informasi & Pengaduan

Baner
Fauna di Ujung Utara Wallace (Kenakeragaman burung dan reptil di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud)

Oleh : Ady Suryawan, S.Hut

Pagi ini jam dinding masih menunjukan jam 5.00 WITA, namun seakan Matahari tidak mau berpisah lama dengan kami. Dia hadir lebih cepat dari kebiasaan di Tanah Besar (sebutan untuk Kota Manado oleh masyarakat Miangas).  Kicauan burung pipit (Passer montanus) mengiringi langkah kami keluar dari mess TNI AD Koramil 1301-16, walaupun otot masih terasa kaku dan masih terasa gelombang di Kapal Perintis Sabuk Nusantara 38 tadi malam tidak menyurutkan rasa ingin tahu kami tentang biodiveristy di garis terluar Wallace.

Perjalanan ke Pulau Miangas ditempuh melalui jalur Udara selama 45 menit dari Bandara Sam Ratulangi menuju Bandara Melonguane, kemudian berganti moda Kapal Laut menggunakan Kapal Perintis Sabuk Nusantara ditempuh selama 2 hari 1 malam. Saat ini, perjalanan ini dapat ditempuh hanya dengan 1,5 jam melalui jalur udara dari Manado. Sejak April 2017 sudah dibuka penerbangan Manado – Miangas dengan transit di Bandara Melonguane.

Kami ingin mengetahui kekayaan jenis burung dan kadal di Pulau Maingas. Pulau ini menjadi menarik untuk diteliti karena terletak di ujung utara garis Wallacea. Berdasarkan Ani Mardiastuti Guru Besar di IPB, Burung merupakan satwa yang paling efektif memanfaatkan habitat dan pada habitat mikro yang beragam akan dihuni oleh berbagai jenis burung. Berdasarkan Jatna Supriatna, kawasan wallacea memiliki tingkat endemisitas yang sangat mengagumkan baik dalam tingkat ekosistem, keanekaragaman flora, vertebrata, Amphibi, Ikan, Burung yang tercatat ada 265 jenis endemik dari total 650 jenis yang ada. Sedangkan pada reptil terdapat 118 jenis kadal dan 60 jenisnya merupakan jenis endemik.

Ekosistem di Pulau Miangas terdiri dari ekosistem mangrove, ekosistem pantai, ekosistem karst dan ekosistem dataran rendah. Tutupan lahan di Pulau Miangas didominasi oleh perkebunan kelapa, sedangkan tutupan hutan + hanya 2,4 % atau sekitar 4,2 ha yang terdiri dari hutan mangrove dan hutan dataran rendah di Bukit Keramat.

Kadal merupakan salah kelompok reptil, terdiri dari 4 ordo dan salah satunya hidup sejak zaman Dinosaurus. Kadal adalah salah satu jenis predator bagi serangga, ikan, berbagaji jenis pengerat sehingga merupakan pengendali bagi dinamika populasi serangga. Salah satu dari 37 jenis Kadal yang dijumpai di Kepulauan Talaud merupakan jenis persilangan dari taxa Philipina dan Pasifik (Kohc et al. 2009).

Pengamatan dilakukan secara jelajah di jalan menuju kebun, pesisir pantai dan menuju menara suar, dilakukan selama 5 kali kunjungan dan masing masing 3 hari pengamatan. Berikut hasil yang telah berhasil diidentifikasi nama ilmiahnya.

Berdasarkan hasil pengamatan, di ujung utara Wallacea atau di Pulau Miangas terdapat 15 jenis burung. Berdasarkan sebaran, 3 jenis burung hanya tersebar di Kepulauan Talaud, 8 ekor tersebar hingga Asia, 3 jenis merupakan jenis Wallacea bagian utara,  dan 1 jenis migrator. Jenis burung endemik yang teridentifikasi yaitu Eos histrio talautensis, Todirampus enigma enigma, dan Ducula peckeringii.

E. histrio talautensi atau Sampiri merupakan jenis yang banyak ditangkap dan diselundupkan ke Philipina, sehingga saat ini status konservasi termasuk Endangered. Jenis ini termasuk monomorphik dimana jantan dan betina sulit dibedakan karena ukuran dan warna tubuh relatif sama. Sampiri memiliki 3 sub jenis yaitu E. histrio challengeri yang telah punah di Pulau Miangas dan Kepualuan Nanusa, sedangkan E. histrio histrio  hidup di Pulau Sangihe. Balai Penelitian Kehutanan Manado pernah melakukan upaya penangkaran Burung Sampiri, namun jenis ini termasuk jenis yang mudah stres oleh perbedaan habitat dan gangguan. Jenis T. enigma enigma atau Raja Udang Talaud hanya dijumpai di kepulauan Talaud. Jenis ini lebih kecil daripada jenis raja udang Sulawesi. D. peckeringii atau masyarakat memanggilnya Kumkum memiliki sebaran utama di Pulau Karekelang, Salibabu dan Kabaruang.

Kadal yang berhasil dijumpai ada 3 jenis yaitu Eutropis multicarinata, Emoia caeruleocauda, dan Lamprolepis smaragdina. L smaragdina termasuk dalam jenis kadal hybrid, jenis ini tersebar di Wallacea dan kepulauan Pasific. Selain kadal, di Pulau Miangas dijumpai 1 jenis ular laut dengan corak biru hitam atau Laticauda laticauda. Ular ini merupakan jenis berbisa, hidup hingga 50 meter dibawah permukaan laut.

Intensitas perjumpaan satwa – satwa di Pulau Miangas banyak di jumpai disekitar hutan mangrove, kemudian kebun kelapa, sedangkan di Bukit dapat dijumpai jenis  B. indicus atau elang laut, kemudian N. Jugularis atau Sriganti, dan H. caudacutus, selebihnya banyak dijumpai di sekitar pesisir dan kebun kelapa. Semua jenis kadal dijumpai di sekitar kebun kelapa, sedangkan ular laut dijumpai saat mendarat dipesisir pantai.


Share