JoomlaTemplates.me by Cheap Hosting
  • Plot Agroforestry Cempaka Wasian di Desa Tombuluan, Minahasa
  • Siapkan Mahasiswa Menuju Dunia Kerja, Universitas Sam Ratulangi lakukan Program Kampus Merdeka di BP2LHK Manado
  • Kunjungan kerja Perkumpulan Manengkel Solidaritas
  • Pembinaan Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi di BP2LHK Manado: “Edutainment” Konsep Wisata Ilmiah Berbasis Penelitian dan Pengembangan di BP2LHK Manado
  • Kunjungan kerja BP2LHK Manado ke PT Cargill Indonesia - Amurang
  • 6 Oktober 2021. DWP BP2LHK Manado dukung program penanaman mangrove nasional
  • Rumah Panggung Khas Minahasa dengan Bahan Baku kayu Cempaka Wasian
  • “Anoa School Outreach” Penguatan Kapasitas Diseminasi Litbang Unggul Melalui Pendidikan Konservasi Sejak Usia Dini
  • Anoa (Buballus sp.) di Anoa Breeding Centre BP2LHK Manado
  • Sistem Agroforestry Sebagai Instrumen Kemitraan di KPHP Model Pogar
  • Pisah sambut Kepala BP2LHK Manado
  • Peningkatan kapasitas ABC BP2LHK Manado melalui Training Workshop di Zoo Leipzig Jerman
  • Penyerahan buku budidaya jamur tiram putih kepada Dishut Prov Sulut
  • AKSI KONSERVASI SUNGAI DI KOTA MANADO

Luas Indikatif Karhutla 2019, Masih 67% Lebih Rendah dari Karhutla 2015

Ditayangkan: Kamis, 07 Maret 2019
Jakarta (Senin, 21 Oktober 2019) Data terbaru luas indikatif karhutla berdasarkan interpretasi citra landsat oleh KLHK menyebutkan jika, luas indikatif dari Bulan Januari s.d. September 2019 adalah seluas 857.756 Ha. Luasan areal terbakar tersebut terbagi menjadi di lahan gambut seluas 227.304 Ha, dan di lahan tanah mineral seluas 630.451 Ha. Angka luasan indikatif karhutla tahun 2019 tersebut ternyata masih 67% lebih rendah jika dibandingkan dengan angka luasan indikatif karhutla tahun 2015 yang sebesar 2.611.411 Ha. Namun demikian luasan indikatif karhutla tahun 2019 masih sangat mungkin untuk meningkat hingga akhir tahun ini.
 
Dilihat: 18404