Menguak Potensi Pakoba Bersama Masyarakat Tomohon

Kategori: Berita Utama Ditayangkan: Selasa, 22 Jun 2021 Ditulis oleh Lulus Turbianti

Tomohon, 21/6/2021_BP2LHK Manado menggelar sosialisasi pakoba di Kota Tomohon, di kota ini pohon pakoba masih banyak dijumpai. Tiga kelurahan yang menjadi sasaran sosialisasi adalah Kelurahan Kakaskasen 2, Kelurahan Pinaras, dan Kelurahan Talete 1. Selain sosialiasasi di kelurahan, tim BP2LHK Manado juga mensosialisasikan hasil penelitian pakoba kepada penyuluh KPH Unit V Minahasa – Minahasa Selatan – Minahasa Tenggara – Tomohon. Pada kesempatan ini BP2LHK Manado menyerahkan banner pakoba dan booklet pakoba sebagai salah satu media sosialisasi. 

Para penyuluh dan kepala kelurahan sangat terbuka menerima informasi mengenai pakoba pasalnya di daerah ini banyak warga masyarakat yang memiliki tanaman ini. “Teknologi informasi ini tentunya akan diteruskan kepada masyarakat melalui kegiatan PKK dan meminta dukungan peneliti pakoba dalam penyampaian” ungkap Lurah Pinaras Mario A. Rumbani.

Bahkan Lurah Kakaskasen 2 menyambut teknologi ini dengan rencana penanaman pohon pakoba oleh kelompok tani binaannya. “Pakoba harus dilestarikan, selain kayunya yang bernilai tinggi sebagai kayu pertukangan maupun meubel ternyata buah pakoba mengandung antioksidan yang tinggi dan daun pakoba berkhasiat sebagai anti diabetes” ujar Lurah Kakaskasen 2 Stevy YD Tumbelaka.

Dialog dengan Stevy tidak berhenti hingga khasiat, rupanya Stevy ingin menindaklanjuti hal ini dengan kegiatan sosialisasi langsung kepada kelompok tani binaannya dan mengundang peneliti terkait.

Antusiasme dari para penyuluh KPH Unit V pun tak kalah menarik, mereka bersedia menyebarluaskan informasi terkait pakoba kepada masyarakat sekitar hutan. Produk teh herbal pakoba dan sirup pakoba yang diseriusi tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat kedepan.

Pakoba merupakan pohon yang cukup popular dari Sulawesi Utara. Penyebaran alami tanaman pakoba meliputi wilayah Minahasa Raya dan Bolaang Mongondow Raya. Pakoba dapat tumbuh dengan baik dengan topografi landai hingga terjal sampai berbukit pada ketinggian 400 – 1000 mdpl dengan suhu 27 – 29oC dan kelembaban 70 -80 % (Hidayah et al., 2015). Tinggi pohon pakoba bisa mencapai 25 – 30 m dengan diameter batang 40 – 100 cm.

Di Minahasa, Pakoba lebih dikenal dengan nama pakowa atau pakewa ini merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat atau Multi Purpose Tree Species. Hampir semua bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, baik itu daun dan kulit kayunya sebgai obat tradisional, buah sebagai kudapan khas Minahasa, maupun kayunya yang dikenal sebagai kayu keras dan kuat.

BP2LHK Manado melalui tim penelitinya yang dipimpin oleh Hanif Nurul Hidayah dan Lis Nurrani telah melaksanakan penelitian terkait pakoba selama 5 tahun dan telah menghasilkan berbagai informasi terkait pakoba diantaranya kandungan senyawa bioaktif pada daun, buah dan kulit kayu pakoba, teknik budidaya, dan pemanfaatan tanaman pakoba sebagai Teh herbal pakoba dan sari buah pakoba.

Hanif dan Lis telah melakukan pengujian aktivitas inhibisi enzim alpha-glukosidase menggunakan sampel ektrak teh pakoba dengan variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 31,25ppm, 62,125ppm, 250ppm, 500ppm, 1000ppm. Semakin tinggi konsentrasi yang digunakan maka daya inhibisi juga semakin meningkat. Persamaan regresi linear antara konsentrasi ektsrak dan daya inhibisi akan digunakan untuk menentukan nilai IC50. Aktivitas enzim alpha-glukosidase yang dapat dihambat sebesar 50% oleh konsentrasi inhibitor disebut dengan IC50. Penghambatan enzim alpha-glukosidase semakin baik jika nilai IC50 semakin kecil (Mohan et al., 2013).

Hanif menambahkan nilai aktivitas inhibisi enzim alpha-glukosidase pada penelitian ini berkisar antara 89,50 – 98,73%. “Dilihat dari nilai aktivitas enzim alpha-glukosidase yang diperoleh, diketahui bahwa teh herbal pakoba memiliki kemampuan cukup baik untuk menghambat enzim alpha-glukosidase secara in vitro. Dari hasil pengujian ini juga menunjukkan bahwa teh herbal pakoba memiliki potensi yang baik untuk dapat dikembangkan dan layak dipertimbangkan sebagai kandidat obat antidiabetes, khususnya diabetes mellitus tipe II” pungkas Hanif.***(LT)

Dilihat: 117