Demplot Tanaman Kolaborasi Rimbawan UPT KLHK Sulawesi Utara

Kategori: Berita Utama Ditayangkan: Jumat, 02 Juli 2021 Ditulis oleh Julianus Kinho

BP2LHK Manado menginisiasi Pembangunan Demplot Tanaman Kolaborasi Rimbawan Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK Sulawesi Utara di Hutan Penelitian Batuangus yang berlokasi di Taman Wisata Alam (TWA) Batuangus, Kelurahan Kasawari, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung. “Sebagai Rimbawan, semangat menanam harus terus hadir dalam diri kita, dan hari ini kami menanam beberapa jenis untuk lingkungan yang lebih baik lagi,” kata Kepala BP2LHK Manado Mochlis. Lebih lanjut Kepala Subbag Tata Usaha Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Tondano Andi Ahmad Sobandi mengatakan bahwa jenis-jenis yang ditanam dalam penanaman kolaborasi UPT KLHK Sulut ini meliputi tanaman kehutanan seperti mahoni, gmelina dan tanaman MPTS seperti mangga dan alpukat.

Prayitno Manager Persemaian Permanen Kima Atas, BPDASHL Tondano menambahkan bahwa bibit yang kami siapkan untuk penanaman kolaborasi ini sebanyak 1.000 bibit dan selanjutnya akan ditambahkan diwaktu yang akan datang dengan berbagai jenis tanaman penghasil buah untuk pakan satwa. Pada kesempatan yang, sama Kepala Resort TWA Batuangus Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara Reol Welua menyambut baik pembangunan demplot tanaman kolaborasi Rimbawan UPT KLHK Sulut ini untuk mendukung TWA Batuangus sebagai salah satu destinasi wisata di Sulawesi Utara.

   

TWA Batuangus merupakan salah satu destinasi wisata alam yang terdapat di Kota Bitung. Lokasi TWA ini sangat strategis karena terletak diantara dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yaitu KEK Bitung dan KEK Likupang dimana KEK Likupang ini merupakan salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas di Indonesia, dengan posisi geografisnya yang sangat strategis ini menjadikan TWA Batuangus berpotensi untuk lebih berkembang lagi kedepannya.

Demplot tanaman kolaborasi Rimbawan UPT KLHK ini diharapkan dapat menjadi rumah dan feeding area bagi berbagai jenis satwa seperti yaki (Macaca nigra), tarsius (Tarsius spectrum), rangkong (Aceros casidix), kuskus Beruang Sulawesi (Ailurops ursinus) dan lain-lain. "Selain itu demplot ini juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara," pungkas Kepala Seksi Sarana Penelitian BP2LHK Manado Alex Novandra.***(JK)

Dilihat: 201